Anggota Komisi V DPRD Lampung, Kecam Keras Pencabulan Anak Dibawah Umur di Lamtim

Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami mengecam keras pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan DA, oknum petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur (Lamtim).

Politisi muda PDI Perjuangan itu bahkan mengaku sulit  mengungkapkan kata-kata yang tepat terhadap apa yang dilakukan DA yang dinilai di luar nalar manusia normal.

Menurut Lesty, P2TP2A merupakan lembaga perlindungan anak dan perempuan yang seharusnya memberikan perlindungan kepada anak dan perempuan yang mengalami kekerasan.

“Lha, ini anak yang seharusnya dilindungi justru dirusak. Yang menyedihkan, pelakukan justru petugas P2TP2A. Ini kan benar-benar keterlaluan,” kata Lesty.

Menurut Lesty, tindakan tak bermoral DA tidak sekadar telah merusak masa depan anak atau menimbulkan trauman terhadap korban yang seharusnya dilindungi. Tetapi, dapat merusak kredibitilitas lembaga perlindungan anak.

“Kan berbahaya kalau sampai lembaga perlindungan anak tidak lagi dipercaya masyarakat. Padahal lembaga itu sangat dibutuhkan untuk membantu anak yang menjadi korban kekerasan,” katanya.

Karena itu, dia meminta penegak hukum bertindak tegas dan cepat serta memberikan hukum maksimal agar menjadi pelajaran bagi pihak lain, terutama yang terkait dengan P2TP2A.

“Yang tidak kalah penting, hukuman maksimal itu diharapkan bisa memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perlindungan anak,” katanya.

Selain hukuman berat terhdap pelaku, Lesty juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten kota di Lampung agar lebih selektif menempat pejabat atau petugas pendamping P2TP2A. “Petugas harus memiliki integritas tinggi dan dedikasi yang baik,” kata Lesty. (Red/Adv/Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here