Pentingnya Keberadaan Telekomunikasi Terhadap Pandemi Covid-19

Penulis : Anggie Wijaya Program Studi Sistem Telekomunikasi.

Madani-News.com – Pada awal tahun 2020 menjadi tahun yang sangat meresahkan tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga seluruh dunia dimana muncul virus yang tidak terduga akan menjadi bencana semua masyarakat di dunia. Kasus pertama pada bulan Desember 2019 yaitu di daerah Wuhan, China dan semakin menyebar hingga seluruh dunia terdampak virus tersebut. Dimana virus tersebut mudah menular melalui kontak fisik serta gejala nya seperti sakit biasa, namun sangat berbahaya. (Indasari & Anggriani, 2020).

Virus tersebut disebut dengan Coronavirus disease 2019 atau Virus Covid-19. Dari hari ke hari peningkatan kasus positif Covid-19 makin meningkat di berbagai negara, karena penularan nya yang sangat mudah dan kegiatan manusia yang tidak dapat dipungkiri sangat sibuk akan kegiatan sehari-hari.

Di Indonesia, peningkatan kasus positif virus corona semakin melesat yang tertulis per tanggal hari ini 12 Desember 2020 dengan terkonfirmasi positif sebanyak 611.631 kasus yang peningkatan perharinya 6.388 kasus, kasus aktif sebanyak 91.602 kasus dengan 15% terkonfirmasi, kasus yang sembuh sebanyak 501.376 kasus dengan 82% terkonfirmasi dan kasus yang meninggal sebanyak 18.653 kasus 3% terkonfirmasi serta kasus positif yang paling banyak ditemukan Covid-19 berada di ibu kota Jakarta yaitu sebanyak 150.250 yang dipersentasekan yaitu sekitar 24,8%. (Satuan Tugas Penanganan COVID-19, 2020).

Langkah pemerintah untuk mengurangi penularan Covid-19 yaitu melakukan lockdown sementara. Tidak hanya kegiatan pekerjaan yang diharuskan melakukan pekerkajaannya dirumah atau biasa disebut dengan Work From Home (WFH), bahkan sistem pendidikan juga sementara diberhentikan. Kurang lebih 1 bulan sekolah diliburkan, kemudian pada bulan April mulai dilakukannya sistem pendidikan secara online atau daring atau bisa disebut juga dengan Study From Home (SFH). (Komalasari, 2020).

Berbagai gedung perkantoran, tempat wisata, supermarket, bahkan tempat beribadah sekalipun ditutup demi memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dengan adanya keputusan pemerintah tersebut yang memaksakan semua kegiatan manusia dilakukan di rumah, industri di bidang telekomunikasi menunjukan peran yang sangat penting dan berkembang pesat, dikarenakan segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia yang tidak hanya di Indonesia bahkan di dunia sekalipun serba online baik dari pekerjaan, pembelajaran, berbelanja atau yang lainnya.

Virus Covid-19 juga memakan banyak korban jiwa, ditambah munculnya berita hoax, baik dari media luar negeri maupun media dalam negeri, yg mengakibatkan masyarakat panik dalam menghadapi virus Covid-19. Oleh karena itu saya akan membahas mengenai Keberadaan Telekomunikasi Terhadap Pandemi Covid-19 melalui essay yang saya buat pada kesempatan kali ini.

Di era yang serba melakukan teknologi dimana sudah menginjak revolusi industri 4.0 yang sedang hangat diperbincangkan baik di Indonesia ataupun dunia, bahkan revolusi industri juga dijadikan sebagai materi atau bahan debat pada proses keberlangsungan pencalonan presiden pada tahun 2019.

Dimana revolusi industri 4.0 merupakan suatu teknologi yang secara otomatis bisa terhubung dengan teknologi siber. dengan hampir semua sektor baik pekerjaan maupun pendidikan tidak akan terpisahkan dengan teknologi yang semakin berkembang, dimana sumber daya manusia (SDM) harus mampu menyeimbangkan atau bersaing dengan teknologi supaya pemanfaatan teknologi bisa sepenuhnya bermanfaat yang mampu memudahkan segala kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan persaingan di era revolusi industri ini membutuhkan pembelajaran atau pemahaman yang luas mengenai teknologi tersebut dengan cara sosialisasi ataupun pembelajaran yang dilakukan baik secara offline (tatap muka) ataupun online (pembelajaran daring).

Pembelajaran daring sendiri ditunjang atau didukung dengan adanya teknologi IOT (Internet Of Thing) yaitu suatu teknologi yang mampu mengirim suatu data melalui jaringan atau online yang sudah bisa tanpa adanya tatap muka secara langsung. (Karim, 2020) (Lase, 2019).

IOT (Internet Of Thing) menurut Schwab pada tahun 2017 suatu industri yang sudah berhubungan dengan dunia virtual yang bisa terhubung kepada sesama manusia seperti data, mesin, teknologi lainnya dengan tanpa adanya batasan apapun baik waktu ataupun ruang. (Gusty et al., n.d.).

Adapun sistem pembelajaran E-Learning yaitu suatu pembelajaran dimana bersifat elektronik yang menunjang sistem pembelajaran secara online yang bisa bersifat jarak jauh dengan akses melalui jaringan internet yang memadai, serta mengasah pemahaman akan kemampuan skill dalam bidang teknologi dengan harus menyeimbangkan pada perkembangan zaman ataupun perkembangan teknologi. (i ketut sudarsana, 2020).

APJII (Asosiasi Penyedia Jaringan Internet Indonesia) mencatat bahwa telekomunikasi di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 16% pada arus broadband dikarenakan penggunaan berbagai sarana pembelajaran secara online seperti internet, platform untuk pembelajaran, dan lain sebagainya. (Azzahra, n.d.)
Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan dari sistem pembelajaran yang sudah dipaparkan diatas yaitu jaringan internet yang masih kurang merata di negara Indonesia seperti di daerah yang jauh dari kota, fasilitas yang kurang seperti tidak semua orang memiliki handphone, laptop, ataupun fasilitas lainnya yang menjadikan keterhambatan suatu proses pembelajaran online yang sedang dilakukan seperti sekarang karena adanya Covid-19.

Bahkan hak untuk mendapatkan pendidikan yang sudah ditetapkan pemerintah pada 28C UUDN RI yang menekankan pada pentingnya pendidikan untuk suatu proses pengembangan diri untuk kebutuhan dasar serta penambahan suatu ilmu di bidang teknologi dan informasi. (Hwian Christianto, 2020).

Dalam sistem pendidikan dari semua jenjang dengan pendidikan SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi Negeri/PTN ataupun perguruan Tinggi Swasta/PTS tentunya mengalami perubahan sistem pendidikan yang sangat drastis dimana yang sudah dijelaskan pada pemaparan diatas yaitu belajar dirumah yang merupakan tidak hanya berakibat untuk pelajar atau mahasiswa tetapi juga berakibat pada sistem suatu lingkungan yang biasanya melakukan secara tatap muka dan melakukan kontak fisik serta berakibat dalam bidang sosial maupun ekonomi. Pada bidang ekonomi, berdampak pada masyarakat yang mencari nafkah dengan berjualan disekitar tempat pembelajaran yaitu sekolah atau kampus dan juga bidang sosial yang terpaksa akan adanya keterbatasan berinteraksi sesama manusia. (Herdiana, 2020).

Dalam bidang sosial sendiri yang mengalami perubahan akibat Covid-19 yaitu kurangnya berkomunikasi secara langsung atau tatap muka. Oleh Karena itu, dalam industri telekomunikasi sendiri semakin berkembang dengan semua orang yang mengharuskan melakukan komunikasi secara daring atau memberi kabar kepada kerabat, membaca suatu berita, dan aktivitas lainnya yang terpaksa harus dilakukan secara online sebagai contoh melakukan silaturahmi menggunakan conference, akses internet, youtube, untuk mendapatkan suatu berita. Pada kasus pandemi seperti sekarang, industri telekomunikasi semakin berkembang dimana reengineering sangat penting untuk keberlangsungan suatu permintaan pada bandwidth.

Dalam bidang industri di berbagai perusahaan besar yang harus memerlukan suatu big data dimana pemerintah Kominfo (Kementrian Komunikasi dan Teknologi Informasi) membuat suatu pernyataan dimana semua pemerintah wajib mengoptimalkan pada teknologi ataupun jaringan sebagai penunjang dalam bidang perekonomian pada masa Covid-19 ini yang diharuskan melakukan pekerjaan dirumah atau Work From Home (WFH). (Herfini Haryono, 2020).

Menurut professor. Dr. Gerhad Fortwengel selaku guru besar di salah satu universitas ternama University of Applied Science and Arts, Hannover, Germany and Senior Experten Services( SES) Germany menyatakan bahwa adanya Covid-19 menyebabkan suatu perkembangan pada sistem pembelajaran dengan lebih memanfaatkan teknologi yang ada dalam proses pembelajaran online atau jarak jauh. Akan tetapi menimbulkan suatu tantangan dalam proses pembelajaran online seperti ini diantaranya para siswa bahkan guru atau dosen pun belum terbiasa dengan sistem pembelajaran seperti ini. (Kahfi, 2020).

Adapun pemerintah yang membantu untuk kelancaran sistem pembelajaran online dengaan memberikan suatu bantuan yaitu memberikan kuota secara gratis yang dikirim setiap bulannya untuk meringankan orang tua siswa dalam pembelajran online.

Dalam webinar yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia atau UII dengan mengangkat topik pembahasan energi terbaru dimasa covid-19 dengan mengundang managing director di PT. Cascadiant Indonesia yaitu Rahmadi Budiman, M.T yang menyatakan bahwa dimasa pandemi Covid-19 telekomunikasi berperan penting diantaranya big data, headhunter, marketplace ataupun sarana untuk interaksi sosial secara online yang terkoneksi dengan jaringan internet yang berupa voice dan data. Adapun peluang lulusan juga seperti kebutuhan seorang engineer ataupun no engineer.

Kebutuhan dalam engineer seperti switching, IT, transmisi dan radio, core network dengan telekomunikasi IT berada pada posisi tinggi tahun 2017-2025 di global over the top forecast market. (UII, 2020).

Oleh karena itu, industri telekomunikasi sangat berpengaruh akan berkembangnya suatu zaman baik di masa Covid-19 ataupun sebelum adanya Covid-19. Bisa dilihat dengan adanya telekomunikasi yang memudahkan kita untuk beriteraksi tanpa langsung tatap muka hanya dengan via online saja, sistem pembelajaran yang sangat membutuhkan teknologi seperti bahan pembelajaran melalui video ataupun melalui conference, perdagangan yang bisa dilakukan secara online tidak harus langsung datang ke toko atau supermarket terdekat dengan melalui aplikasi belanja online, transfer uang yang bisa melalui handphone tanpa datang ke bank atau atm karena bisa melalui mobile banking atau M-Banking. Dari beberapa contoh diatas yang menunjukan pentingnya akan telekomunikasi dikehidupan manusia dan sangat membantu apalagi dimasa pandemi covid-19 ini yang segala sesuatu nya harus dilakukan dirumah atau serba online.

Daftar Pustaka

  • Azzahra, N. F. (n.d.). Mengkaji Hambatan Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia di Masa Pandemi Covid-19. 9.
  • Gusty, S., Nurmiati, N., Muliana, M., & Sulaiman, O. K. (n.d.). Belajar Mandiri: Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid-19. 196.
  • Herdiana, D. (2020). INOVASI PROSES PEMBELAJARAN DARING BAGI MAHASISWA KELAS KARYAWAN DI MASA PANDEMI COVID-19. 9.
  • Herfini Haryono. (2020, June 3). Pandemi Covid-19 dan industri telekomunikasi. https://www.indotelko.com/read/1591163164/pandemi-covid-19-telekomunikasi
  • Hwian Christianto. (2020). Artikel Jurnal Sinta 2_Penggunaan Media Internet dalam Pemenuhan Hak atas Pendidikan di masa pandemi_Hwian.pdf.
  • i ketut sudarsana. (2020). FullBookCovidPendidikan.pdf.
    Indasari, F., & Anggriani, I. (2020). KRISIS KOMUNIKASI PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus Pemberitaan Penyebaran Covid-19 melalui Udara). Profesional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 7(1), 1–11.
  • https://doi.org/10.37676/professional.v7i1.1086
  • Kahfi, A. (2020). TANTANGAN DAN HARAPAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID 19. 03, 18.
  • Karim, B. A. (2020). Pendidikan Perguruan Tinggi Era 4.0 Dalam Pandemi Covid-19 (Refleksi Sosiologis). 1(2), 11.
  • Komalasari, R. (2020). MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI MASA PANDEMI COVID 19. TEMATIK, 7(1), 38–50.
  • https://doi.org/10.38204/tematik.v7i1.369
    Lase, D. (2019). Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan, 1(1), 28–43.
  • https://doi.org/10.36588/sundermann.v1i1.18
  • Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2020, desember). Peta Sebaran | Satgas Penanganan COVID-19.
  • https://covid19.go.id/peta-sebaran
    UII, admin. (2020, July 16). Industri Telekomunikasi Punya Prospek Cerah di Masa Pandemi | UII.
  • https://www.uii.ac.id/industri-telekomunikasi-punya-prospek-cerah-di-masa-pandemi/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here