Dari Konsolidasi Menuju Kemandirian: BIMTEK Wizstren Lampung Perkuat Ekosistem Ekonomi Pesantren

Bandar Lampung, 4 Januari 2026 – Wakaf, Infak, Zakat, dan Sodaqoh Pesantren Indonesia (Wizstren) terus memperkuat fondasi kelembagaan dan arah gerakan ekonomi pesantren. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Dewan Eksekutif Wilayah (DEW) Wizstren Provinsi Lampung, yang digelar pada Minggu (4/1/2026) di Hotel Batiqa, Bandar Lampung.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB ini diikuti seluruh jajaran pengurus DEW Wizstren Lampung. BIMTEK menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus mengonsolidasikan gerakan ekonomi pesantren agar lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.

BIMTEK ini menjadi momentum penting dalam menyatukan pemahaman, visi, dan arah gerak pengurus wilayah. Para peserta dibekali pemahaman mengenai peran strategis Wizstren sebagai pengelola dana umat berbasis pesantren, pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta penguatan kerja tim dalam menjalankan program-program yang berdampak jangka panjang bagi pesantren dan masyarakat.

Ketua DEW Wizstren Provinsi Lampung, H. Imam Kahfi, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa BIMTEK ini dirancang untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat soliditas pengurus dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengurus Wizstren Lampung semakin solid, progresif, dan siap mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi pesantren yang profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dewan Eksekutif Nasional (DEN) Wizstren, Dr. Robert Edy, menyampaikan optimisme bahwa Provinsi Lampung berpotensi menjadi wilayah inspiratif dalam pengembangan Wizstren di tingkat nasional. Menurutnya, keunikan Wizstren terletak pada kekuatan ekosistem pesantren yang ditopang langsung oleh para kiai dan ulama.
“Wizstren tidak hanya berperan dalam penghimpunan dana umat, tetapi juga menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi pesantren yang berdampak luas bagi umat,” tegasnya.

Kegiatan BIMTEK secara resmi dibuka oleh Ketua Hebitren Lampung, KH. Hasan Ereza, yang mendorong seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius dan mampu mengimplementasikan hasil BIMTEK sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

Arahan strategis juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Wizstren Indonesia, GSCB Reza Fahlipi Bakhtiar, yang memberikan apresiasi atas inisiatif DEW Lampung dalam menyelenggarakan BIMTEK wilayah. Ia menegaskan bahwa Wizstren menargetkan pembentukan ratusan kepengurusan daerah di seluruh Indonesia, dengan fokus utama pada penguatan pilar ekonomi pesantren.
“Transparansi, akuntabilitas, meritokrasi, dan kerja tim adalah fondasi utama kelembagaan Wizstren agar mampu menjaga kepercayaan publik dan amanah dana umat,” ujarnya.

Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab yang membahas pengelolaan dana wakaf, zakat, infak, dan sodaqoh, penguatan tata kelola organisasi, hingga perencanaan program berbasis kebutuhan lapangan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai sistem pelaporan, pengawasan, serta strategi membangun kepercayaan publik sebagai bagian dari komitmen Wizstren dalam menjaga amanah umat.

Pada sesi lanjutan, disampaikan pula gambaran struktur organisasi Wizstren, mekanisme pelaporan dari wilayah ke pusat, serta arah kebijakan dan program prioritas ke depan. Program tersebut mencakup penguatan sosial-keagamaan, peningkatan kualitas pesantren dan madrasah, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sistem dan branding kelembagaan.

Melalui penyelenggaraan BIMTEK Dewan Eksekutif Wilayah Wizstren Lampung 2026, Wizstren menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem wakaf, zakat, infak, dan sodaqoh pesantren yang profesional, amanah, dan berdampak nyata. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menghadirkan warisan kebermanfaatan jangka panjang bagi umat. (Red-Tim Madani News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *